Berita Terkini

KPU Sikka Mengikuti Kegiatan KoPi ParMas Part 13 Secara Daring mengangkat tema Integritas Penyelenggara

Maumere, kab-sikka.kpu.go.id. Sharing pengalaman ini penting untuk menjadi bekal agar kedepan kita lebih banyak berbuat dalam rangka memberikan kepercayaan publik dan meningkatkan integritas sebagai penyelenggara Pemilu. 

Demikian sambutan pembuka Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur, Jemris Fointuna dalam diskusi tematik, Kita Ngobrol Pemilu, Demokrasi dan Partisipasi Masyarakat (Kopi Parmas) dengan tema  Integritas Penyelenggara sebagai Penentu Trust Public Part 13 secara daring pada Rabu (25/2/26). 

Hadir mewakli KPU Sikka, Ketua Herimanto dan Anggota Ignasius I. C. Say, Harun Al Rasyid, La Hajimu, Yosef F. P. Gapo serta Plt. Sekertaris KPU Sikka Semuel Desryanto Sing dan Staf.

Jemris didampingi Anggota KPU NTT, Baharudin Hamzah, Lodowyk Fredrik, Elyaser Lomi Rihi dan Plt. Sekretaris Melan Hege serta Para Pejabat fungsional dan strktural dalam sambutan juga menekankan, apakah integritas penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada yang kita lakukan selama ini membuat publik makin percaya ataukah kehilangan kepercayaan? 

“Semoga bisa menambah wawasan dan cakrawala berpikir, literasi, membangun integritas dan kepercayaan publik. Integritas dan loyalitas itu harus beriringan. Integritas dan loyalitas itu menyatu karena integritas itu menyangkut dengan ketaatan kita terhadap nilai terhadap norma dan etika”, Kata Jemris. 

Kegiatan kemudian dilanjutkan pemaparan materi oleh Ketua KPU Sumba Barat, Teguh Raharjo dan Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Kota Kupang, Zunaidin Harun yang dimoderatori oleh Kepala Subbagian Hukum dan SDM KPU Nagekeo, Matheus Dhajo Gesiradja dan dialog. 

Teguh dalam paparan materinya menekankan tentang integritas penyelenggara sebagi suatu sifat atau kualitas individu yang menunjukkan kejujuran konsistensi antara perkataan perbuatan dan berpegang teguh pada prinsip moral dan etika serta dapat dipertanggungjawabkan. 

DitegaskanTeguh bahwa masih terdapat tantangan yang dihadapi antara lain tekanan politik oleh pihak-pihak yang berkepentingan dan juga penyebaran informasi palsu yang dapat menurunkan kepercayaan publik.  

Sementara Zunaidin menekankan bahwa, jika publik yakin proses penyelenggaran jujur, maka partisipasi publik meningkat. Karena integritas adalah variabel kunci untuk menjaga kualitas demokrasi. Terlihat juga dalam gambaran korelasi antara integritas dan tren partisipasi. Semakin tinggi integritas maka semakin tinggi pula tren partisipasi publik.

“Peningkatan kualitas Pemilu melalui proses yang berintegritas menjadi syarat mutlak terciptanya pemilu yang berkualitas dan mendapatkan legitimasi masyarakat”, Kata Zunaidin. 

Selanjudnya dalam arahan akhir pimpinan provinsi secara berturut - turut dimulai dari Ketua divisi perencanaan data dan informasi Fredrik Lodofik menegaskan bahwa idealisme dan realita ini harus ada pada diri kita sebagai penyelenggara, integritas harus ada loyalitas harus ada idealisme harus ada tapi juga harus realistis. 

Setelah dialog,Elyaser juga menyampaikan bahwa integritas penyelenggara  Pemilu telah diatur dalam Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017. 

Baharudin juga menekankan bahwa satu nilai yang sangat fundamental itulah kejujuran. Jadi sederhananya integritas itu kalau yang kita ungkapkan dan yang kita kerjakan itu sama persis. 

Peserta yang mengikuti kegiatan, Para Ketua dan Anggota dari 22 KPU Kabupaten/Kota Se-NTT beserta Sekretaris dan Staf. (humaskpusikka*/)

 

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 130 kali