Berita Terkini

KPU Sikka Hadiri Kegiatan PPAB GMNI Sikka Angkatan  XVIII

Maumere, kab-sikka.kpu.go.id Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sikka menghadiri kegiatan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) Angkat XVIII Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka di Aula Nawa Cita UNIPA Maumere, pada Selasa (17/2/26).  Mewakili KPU Sikka, Ketua Herimanto, Anggota yang membidangi Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas SDM), Ignasius Irvanto C. Say dan staf bagian Teknis dan Hukum, Kevin Dimas Sareong. Kegiatan dibuka oleh Bupati Sikka yang diwakili oleh Plt. Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Patrisius Pederico didahului sambutan Ketua DPC GMNI Sikka, Wilfridus Iko Gobang, Ketua Alumni GMNI Sikka, Aldi Raja Lewa, Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi.  Kehadiran KPU Sikka merupakan bentuk partisipasi dan dukungan terhadap aktivitas kepemudaan dan kemahasiswaan yang mendorong penguatan nilai kebangsaan, demokrasi, serta partisipasi aktif generasi muda dalam pembangunan daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut, jajaran Pengurus DPC GMNI Sikka, Pejabat yang mewakili Dandim 1603 Sikka, Jajaran Alumni GMNI, Lintas Organisasi Kepemudaan Kabupaten Sikka (HMI Cabang Sikka, BEM UNIPA Maumere, Ketua Alumni UNIPA Maumere) beserta Calon Anggota Baru (CA). (humaskpusikka*/)  

KPU Sikka Tanam Mangrove di Nangahale, Rayakan HUT Ke-12 AWAS

Maumere, kab-sikka.kpu.go.id. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sikka mengikuti kegiatan menanam mangrove dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 12 Alinasi Wartawan Sikka (AWAS) di Desa Nangahale pada Sabtu, (14/2/26).  Kegiatan tersebut mengangkat tema, AWAS Peduli dan Hijaukan Sikka, sebagai bentuk kepedulian insan pers terhadap pelestarian lingkungan pesisir di Kabupaten Sikka. Acara tersebut diikuti Ketua AWAS Sikka, Mario W.P.Sina bersama Anggota, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Waigete,  AKP I Wayan Artawan, S.H. dan anggota, Koramil Talibura, Kejaksaan Negeri Maumere, pemerintahan desa Nangahale serta masyarakat setempat.  Lokasi penanaman mangrove di sepanjang pesisir Nanga Haledoi Desa Nangahale sebagai upaya mencegah abrasi sekaligus menjaga ekosistem laut dan pesisir. Hadir mewakili  dari KPU Sikka, Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM Ignasius Irvanto Chnadra Say dan staf sekretariat Yohanes M Vianey Yovi. (humaskpusikka*/)     

Sesi 3 KPU Mengajar, Plt. Sekretaris KPU Sikka Uraikan Peran Sekretariat Sebagai Penyelenggara Pemilu

Maumere, kab-sikka.kpu.go.id. Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki peran penting sebagai support system atau pendukung kebijakan KPU secara teknis dan administratif. Demikian disampaikan Plt. Sekretaris KPU Sikka, Semuel Desryanto Sing pada saat pelaksanaan Program KPU Mengajar Sesi III di Aula SMK Yohanes XXIII Maumere, Jumat (13/2/26).  Topik materi Sesi III tentang kelembagaan KPU serta peran dan fungsi Sekretariat KPU dalam mendukung Penyelenggaraan Pemilu yang disampaikan kepada murid SMK Yohanes XXIII Maumere.  Semuel menambahkan bahwa, sebagai lembaga Penyelenggara Pemilu, Sekretariat KPU memiliki tugas dan kewenangan yang diatur melalui peraturan perundang-undangan, mulai dari perencanaan tahapan, pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara, hingga penetapan hasil pemilu. Hadir dalam kegiatan tersebut, Pejabat Fungsional Tata Kelola Pemilu, Dian Sinagula dan jajaran Staf, Rikardus Rajo, Fatmawati dan Mahesa Bayu Ahmad Sabihu serta Mahasiswa KKL dari Universitas Nusa Nipa Maumere. (humaskpusikka*/)    

KPU Sikka Mengikuti Rakor Pendidikan Pemilih Bulan Ramadhan

Maumere, kab-sikka.kpu.go.id Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sikka mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan Pemilih pada Bulan Ramadhan Tahun 2026 secara daring melalui zoom meeting pada Kamis, (12/2/26). Kegiatan ini diselenggarakan oleh KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hadir mewakili KPU Sikka, Ketua Herimanto dan Anggota yakni Harun Al Rasyid, Ignasius I. C. Say,La Hajimu dan Yosef F. B. Gapo. Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM,  Baharudin Hamzah menyampaikan bahwa, rapat koordinasi ini untuk menyamakan persepsi dan langkah strategis pelaksanaan pendidikan pemilih, khususnya selama bulan Ramadhan agar dapat berjalan secara efektif dan seragam. Dijelaskan lebih lanjut, kegiatan ini dikemas dalam Safari Demokrasi Partisipatif Ramadhan (Sedap Ramadhan) dan Tausiah Demokrasi Partisipatif yakni menyampaikan pesan tentang ramadhan dan demokrasi.  Sementara, Ketua Divisi Perencanaan data dan Informasi, Lodowyk Fredrik menekankan bahwa, perlu mengisi dengan kerja-kerja ke depan khususnya   kepemiluan dimana sebagian besar teman-teman kita menjalani ibadah puasa. “Sebagai penyelenggara Pemilu, ada tugas yang harus dijalankan sebagai umat muslim untuk beribadah. Karena itu pada kesempatan yang baik ini, terus menjalankan tugas dan kewajiban yang dipercayakan”, Tambah Eky. Akhir kegiatan, Ketua KPU NTT Jemris Fointuna berpesan, perlu berkreasi berinovasi di masa non tahapan. Sekarang saatnya menyampaikan kepada publik melalui kegiatan yang kreatif karena memang anggarannya sangat terbatas saat ini. Jemris melanjutkan, kita dapat menggunakan momentum Puasa Ramadhan untuk menyampaikan pesan-pesan demokrasi, memberikan masukan dan juga pendidikan edukasi terkait Pemilu maupun Pilkada. “Oleh karena itu penting sekali dan harapan di bulan puasa ini bisa berbuat sesuatu yang sifatnya monumental yang tetap dikenang dan memberikan kesan positif”, Tutur Jemris. Hadir sebagai pesetta kegiatan yakni Para Ketua dan Anggota dari 22 KPU Kabupaten/Kota se-NTT. (humaskpusikka*/)  

KPU Sikka mengikuti Rakor Sinkronisasi Kebijakan Teknis Kepemiluan 2026

Maumere, kab-sikka.kpu.go.id. Kita sebagai penyelenggara teknis Pemilu, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, harus mempersiapkan diri sejak sekarang, termasuk mendiskusikan regulasi yang menjadi rujukan dalam pelaksanaan tahapan Pemilu.  Demikian disampaikan Ketua Komisi Pemiliahn Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jemris Fointuna dalam sambutan pembukaan didampingi Anggota, Baharudin Hamzah, Petrus Kanisius Nahak, Lodowyk Fredrik dan Eliaser Lomi Rihi. Kegiatan tersebut dilaksanakn oleh KPU NTT pada Kamis (12/2/26). Jemris menekankan bahwa, rapat koordinasi ini berkaitan langsung dengan tahapan Pemilu yang akan datang. Ia menyebutkan bahwa kehadiran seluruh pimpinan KPU Kabupaten/Kota merupakan bentuk penghormatan sekaligus upaya menyamakan pemahaman terkait kebijakan teknis kepemiluan. Kegiatan kemudian dilanjutkan penyampaian materi Rencana Kegiatan Teknis Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2026 serta Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi oleh Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Provinsi NTT, Elyaser Lomi Rihi. Sesi ini dimoderatori oleh Kepala Bagian Hukum, Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Humas, dan SDM KPU Provinsi NTT, Andrew S. N. Kette. Dalam paparannya, Elyaser menyampaikan sejumlah agenda pembahasan isu-isu strategis seperti substansi teknis dalam rancangan revisi Undang-Undang Pemilu, tata kelola tempat pemungutan suara (TPS), serta pengaturan pemungutan suara khusus atau Special Vote Arrangement (SVA). Selain itu, akan dilakukan simulasi penataan dapil dan alokasi kursi dengan mengacu pada Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) Semester II Tahun 2025. Hadir mengikuti  Rakor dari KPU Sikka yakni, Ketua Herimanto dan Anggota, Harun Al Rasyid, Ignasius I. C. Say, Yosef F. B. Gapo dan La Hajimu serta Kepala Subbagian Hukum dan Teknis Simon Doni Tukan dan Pejabat Fungsional Tata Kelola Pemilu Jessy Hayon bersama jajaran staf sekretariat. Rapat koordinasi ini diikuti oleh Para Ketua dan Anggota KPU Kabupaten/Kota se-NTT, serta Para Kepala Subbagian Teknis dan Hukum dari 22 KPU Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama jajaran staf teknis. (humaskpusikka*/)

Kadiv Rendatin KPU Sikka Jadi Narasumber Kegiatan KoPi ParMas

Maumere, kab-sikka.kpu.go.id. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sikka menjadi Narasumber kegiatan Kita Ngobrol Pemilu Demokrasi dan Partisipasi Masyarakat (KoPi ParMas) Part 11 secara daring pada Rabu (11/2/26). Diskusi tematik tersebut diselenggarakan oleh KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan tema Representasi dan Peran Perempuan dalam Demokratisasi. Hadir mewakili KPU Sikka yakni, Ketua KPU Sikka Herimanto dan Anggota KPU Sikka, Harun Al Rasyid, Ignasius I. C. Say, Yosef F. B. Gapo, dan Plt. Sekertaris, Semuel Desryanto Sing.  Ketua KPU Provinsi NTT, Jemris Fointuna dalam sambutan pembukaan didampingi Anggota, Baharudin Hamzah, Petrus Kanisius Nahak, Lodowyk Fredrik dan Eliaser Lomi Rihi menyampaikan bahwa, saat ini pemilih perempuan justru hampir 51% dalam partisipasi Pemilu 2024 kemarin, artinya ke depan perempuan yang akan menentukan masa depan bangsa, menentukan sejarah dan siapa yang akan menjadi senator atau pemimpin kita.  Dikatakan Jemris, perlu dibangun komunikasi secara intens dengan semua Stakeholder dalam malakukan pendidikan politik untuk meningkatkan partisipasi perempuan baik di bidang politik maupun pemerintahan.  Kegiatan dilanjutkan penyampaian materi dari Narasumber, Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi (Rendatin) KPU Sikka, La Hajimu dan Ketua Divisi Sosdiklih Parmas SDM KPU Timor Tenga Selatan (TTS), Fatimah, dimoderatori oleh Kasubag Hukum dan SDM KPU Sumba Timur, Scherlina Snak dan dilanjutkan dialog bersama.  La Hajimu dalam penyampaian materi menguraikan kesenjangan partisipasi dan representasi poltik perempuan. Kemudian dinamika partisipasi perempuan dalam demokrasi yakni bias gender, kaderisasi yang lemah, pembatasan kuota 30% dan juga tingkat keterpilihan yang rendah dalam Pemilu.  Representase perempuan dalam politik, Lanjut Jimmy juga terlihat dari keterwakilan perempuan di DPR masih sangat rendah, sementara di eksekuitf hanya 109 orang dari ribuan orang. Hal ini dipengarui oleh struktural partai politik, budaya patriarki yang memperkuat ketidaksetaraan gender, tafsir konservatif yang membatasi peran perempuan.    Kemudian Fatimah menguraikan faktor penghambat representasi perempuan dalam demokrasi yakni sistem sosial patriarkis, faktor sosial dengan sistem parpol dan biaya politik yang tinggi.  Ditekankan Fatima bahwa ada kesenjangan partisipasi perempuan pada saat menjadi penyelenggara Pemilu, penerapan regulasi sanksi yang tidak tegas, kesenjangan hasil Pemilu yang tidak proporsional.  Kegiatan ditutup dengan pengarahan ketua dan Anggota KPU NTT. Hadir mengikuti kegiatan yakni, Para Ketua dan Anggota, Para Sekretaris bersama jajaran Staf Sekretariat. (humaskpusikka*/)